Infus, Apakah Membatalkan Puasa?
Kamis 5
Ramadhan 1435 / 3 Juli 2014 19:00

TANYA: Apa
hukum orang yang berpuasa dipakaikan infus karena suatu hajat?
Jawab:
Hukumnya tidak apa-apa apabila orang yang sakit benar-benar membutuhkannya
menurut pendapat yang paling shahih di kalangan ulama. Ini juga pendapat yang
dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan mayoritas ahli ilmu
karena hal itu tidak serupa dengan makan dan minum.
Suntik atau
injeksi termasuk juga infus, dalam dunia medis dapat dikategorikan dalam dua
jenis, yaitu suntik yang murni ditujukan untuk memasukkan obat ke dalam tubuh
manusia dan suntik yang ditujukan untuk menguatkan badan atau terkadang sebagai
pengganti makanan.
Suntik atau
infus yang ditujukan untuk memasukkan obat ke dalam tubuh manusia, disepakati
para ulama kontemporer, hukumnya tidak membatalkan puasa. Pendapat ini juga
diikuti oleh Lembaga Majma’ Fiqh di Saudi Arabia. Alasannya, karena pada
dasarnya puasa adalah sah hingga ada alasan kuat yang membatalkannya. Suntik
tersebut tidak termasuk makan dan minum dan juga tidak mempunyai tujuan yang
sama dengan makan dan minum, maka tidak bisa dianggap sama dengan makan dan
minum sehingga membatalkan puasa.
Adapun
suntik atau infus jenis kedua, yaitu yang ditujukan untuk menguatkan badan atau
sebagai pengganti makan saat pasien tidak diperkenankan mengkonsumsi makanan,
para ulama kontemporer berbeda pendapat mengenai hukumnya apakah membatalkan
puasa atau tidak?
Pendapat
pertama, tarmasuk yang diikuti oleh oleh Lembaga Majma’ Fiqh di Saudi Arabia,
bahwa suntik seperti itu membatalkan puasa. Alasannya, bahwa suntik seperti itu
mempunyai kemiripan dengan makan dan minum dan mempunyai tujuan yang sama
dengan makan dan minum. Orang yang menjalani suntik atau infus seperti itu
bahkan kuat tanpa makan dan minum.
Pendapat
kedua, suntik seperti itu juga tidak membatalkan puasa. Pendapat ini diikuti
Syeh Muhammad Bakhit, Syeh Muhammad Shaltut dan Syeh Sayyid Sabiq. Alasannya bahwa
suntik seperti itu tidak memasukkan sesuatu ke dalam lambung manusia.
Memasukkan sesuatu ke dalam lambung yang diangggap membatalkan puasa.
Titik
perbedaan kedua pendapat adalah pada apakah yang dianggap membatalkan puasa itu
masuknya sesuatu ke dalam lambung manusia, ataukah ketika masuknya suatu zat
yang menyebabkan manusia menjadi kuat seperti makan, minum dan zat lainnya.
Mayoritas ulama melihat bahwa sesuai tujuan syariat maka suntikan yang
ditujukan untuk memperkuat badan atau sebagai pengganti makan minum dianggap
membatalkan puasa.
Hukum suntik
juga berlaku untuk obat tetes mata dan tetes kuping. Apakah obat tetes mata
atau kuping membatalkan puasa atau tidak. Pendapat yang mengatakan bahwa mata
dan kuping mempunyai saluran ke lambung mengatakan itu membatalka puasa.
Pendapat kedua mengatakan bahwa cairan dari mata atau kuping yang masuk ke
lambung dapat dibilang sangat sedikit sehingga tidak membatalkan puasa.
Mayoritas ulama mengatakan tetes mata tidak membatalkan karena dianggap sangat
sedikit sehingga termasuk perkara yang diampuni.
Adapun obat
yang dimasukkan ke hidung seperti semprot hidung, mayoritas ulama mengatakan
bahwa hidung mempunyai saluran langsung ke organ pencernaan. Sesuatu yang masuk
melalui hidung bisa langsung lambung, maka obat yang dimasukkan melalui hidung
yang berbentuk cair atau pada dianggap membatalkan puasa. Hal itu sesuai hadist
yang berbunyi “Kuatkanlah dalam membersihkan hidung saat wudlu, kecuali kalau
dalam keadaan puasa” [Abu Dawud] Larangan memperkuat memasukkan air ke hidung
saat puasa tersebut jelas menunjukkan bahwa masuknnya seusatu melalui hidung
membatalkan puasa. Syah Hisyam al-Khoyyath dan Syeh ‘Ajil Nasyami mengatakan
obat semprot hidung dianggap tidak membatalkan puasa, karena tidak ditujukan
untuk memasukkan sesuatu ke dalam organ pencernaan dan tidak menyerupai makan
dan minum. [Sumber: kitab Muftiraatus Shiyaam al-Mu’asir, Dr. Ahmad bin
Muhammad al-Khalil]
Memakai Obat Tetes Mata, Membatalkan Puasa atau Tidak?
Sabtu 7
Ramadhan 1435 / 5 Juli 2014 10:30

TANYA: Memakai obat tetes mata pada siang Ramadlan membatalkan puasa ataukah tidak?
Jawab:
Pendapat yang benar, memakai obat tetes mata tidak membatalkan puasa walaupun
memang terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian
mereka berkata, “Apabila rasanya sampai ke tenggorokan maka membatalkan puasa”.
Dan pendapat yang shahih adalah tidak membatalkan puasa secara mutlak. Karena
mata bukan jalan makanan.
Tetapi kalau
meninggalkannya untuk kehati-hatian dan keluar dari perselisihan dari adanya
rasa di tenggorokan maka tidak apa-apa. Hanya saja dia tidak membatalkan puasa,
baik diteteskannya di mata atau telinga. [Disadur dari fatwa-fatwa Syaikh Abdul
Aziz bin Bazzrahimahullah dan Syaikh Muhammad bin Shalih
al-Utsaimin]
Apakah Ghibah Membatalkan Puasa?
Selasa 10
Ramadhan 1435 / 8 Juli 2014 13:30

TANYA:
Apakah menggunjing orang membatalkan puasa Ramadhan?
Jawab:
Ghibah tidak membatalkan puasa, yaitu menyebut saudaranya dengan sesuatu yang
tidak disukainya dan itu bentuk maksiat berdasarkan firman Allah ’Azza wa
Jalla,
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا
“Dan
janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.” (QS. Al-Hujurat:
12) Begitu juga naminah (adu domba), mencela, mencaci, dan berdusta. Semua itu
tidak membatalkan puasa. Namun semuanya adalah maksiat yang wajib dijauhi dan
ditinggalkan bagi orang berpuasa dan selainnya.
Maksiat-maksiat
itu menciderai nilai puasa dan mengurangi pahalanya berdasarkan sabda Nabi
shallallahu ’alaihi wasallam, “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta
dan beramal dengannya serta perbuatan bodoh maka Allah tidak butuh pada
puasanya yang hanya sebatas meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Al-Bukhari
dalam Shahihnya).
Dan sabdanya
yang lain, “Puasa adalah tameng. Maka apabila salah seorang kalian berpuasa
janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Dan apabila ada seseorang
mengajaknya bertengkar atau berkelahi hendaknya dia mengatakan, ’sesungguhnya
aku sedang berpuasa’.” (Muttafaq ’alaih) dan hadits-hadits yang semakna dengan
ini sangat banyak. [Disadur dari fatwa-fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Bazzrahimahullah dan
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin]
Apakah Menggosok Gigi Membatalkan Puasa?
Jumat 6
Ramadhan 1435 / 4 Juli 2014 07:50

TANYA:
Apakah orang yang berpuasa boleh menggunakan pasta gigi pada saat berpuasa di
siang Ramadlan?
Jawab: Tidak
apa hal itu dengan tetap menjaga agar tidak ada yang tertelan. Sebagaimana
disyariatkannya bersiwak bagi orang yang berpuasa di awal siang atau akhirnya.
Sebagian ulama ada berpendapat makruh menggunakan siwak sesudah matahari
tergelincir, dan itu pendapat yang lemah.
Yang benar,
tidak dimakruhkan berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam,
“Bersiwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridlaan Allah.” (HR.
Al-Nasai dengan sanad shahih dari Aisyah radliyallahu ’anha).
Dan juga
berdasarkan sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, “Kalau saja tidak akan
memberatkan umatkaku, pasti aku perintahkan mereka bersiwak pada setiap
shalat.” (Muttafaq ’alaih) dan ini mencakup shalat Dzuhur dan Ashar; keduanya
sesudah matahari tergelincir. (Disadur dari fatwa-fatwa Syaikh Abdul Aziz bin
Bazzrahimahullah dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)
‘Puasa Ulat’ Dan ‘Puasa Ular’
Senin 12
Syaaban 1433 / 2 Juli 2012 01:06

islampos.com—TIDAK
terasa bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi, sudahkah kita persiapkan segalanya
untuk menyambut sang tamu agung? Pada bulan Ramadhan pahala dilipat gandakan,
amalan sunnah pahalanya sama dengan amalan wajib, apalagi pahala amalan
wajibnya, Subhanalloh. Sebagai tamu agung, Ramadhan harus kita sambut
dengan gembira dan suka cita, bahkan Rasululloh dalam haditsnya menyebutkan
bahwa diharamkan tubuh seorang muslim terkena percikan api neraka apabila ia
menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita.
Ada 3
golongan yang lulus ketika ia melewati Ramadhan. Pertama, adalah orang yang
lulus dengan peringkat terbaik,bisa di sebut sebagai puasa Ulat. Ulat sebelum
ia berubah menjadi Kupu-kupu ia melewati masa berpuasa ketika ia menjadi
kepompong, ia makan dengan lahap sebagai perbekalan ketika ia masuk ke masa
inkubasi, dan setelah ia melewati tahap kepompong ia pun berubah yang tadinya
seekor Ulat bulu yang menjijikkan dan dibenci banyak orang menjadi seekor
Kupu-Kupu yang indah dan banyak disanjung orang karena keindahannya (kecuali
ngengat yang gatelnya minta ampun..). Ini analogi bagi orang yang setelah
Ramadhan segalanya berubah menjadi lebih baik dari sebelummya, entah itu
ibadahnya, disiplinnya, kejujurannya, kepribadiannya, dan lain sebagainya.
Kedua, adalah
orang yang lulus dengan peringkat biasa-biasa saja (STD ajah..). Ini adalah
perumpamaan orang yang setelah melewati bulan puasa, tak ada perubahan sama
sekali, sama aja dengan sebelum berpuasa, ibadahnya kitu-kitu wae (kata
orang sunda mah), sikapnya pun tak banyak berubah (berubah paling hanya
sedikit, tapi…mending berubah daripada tidak sama sekali, asal jangan tambah
buruk).
Dan yang
ketiga adalah orang yang tidak lulus (Naudzubillah), kalau dianalogikan
ini adalah puasanya Ular. Ular sebelum berganti kulit ia berpuasa (gtw jg c,
blm prnh ngalamin..), ia juga mengasingkan diri sebelum ia mengganti kulit
lamanya dengan kulit yang baru. Dan setelah ganti kulit apa yang terjadi?
Walaupun Ular telah mengganti kulitnya, ia tetap saja berbahaya, ia masih bertaring
dan berbisa, malah bisa jadi setelah ia ganti kulit ia malah jauh lebih agresif
(pelampiasan setelah berpuasa mungkin..). Nah, ini adalah perumpamaan bagi
orang yang setelah melewati bulan Ramadhan tidak ada perubahan dalam hal ibadah
maupun kepribadiannya. Bisa jadi malah bertambah buruk, yang tadinya rajin
shalat lima waktu karena kesibukannya mengejar dunia jadi cuma shalat maghrib
doang, atau yang tadinya rajin mengaji, tapi karena tidak tahan dijulukin ‘Pak
Ustad’ oleh teman-temannya, malah ikut-ikutan nimbrung sama teman-teman yang
suka ngeledekinnya.. Naudzubillah.
Nah, ada
beberapa persiapan yang mesti kita lakukan menyambut datangnya bulan Ramadhan,
diantaranya :
1. Muhasabah diri, introspeksi diri ketika akan masuk bulan suci, karena tanpa kesucian kita gak boleh masuk bulan suci. Ketika akan masuk masjid untuk shalat kita mesti berwudhu dulu kan biar suci? karena apa? Karena kita akan memasuki tempat yang suci. Kemudian sebelum naik haji biasanya suka ada acara silaturahim sama tetangga, hal ini di maksudkan untuk membersihkan diri dari segala perbuatan buruk kita sama tetangga, karena apa? karena kita akan memasuki tanah suci. Begitu pula dengan Ramadhan sang bulan suci, kita mesti membersihkan diri dan yang paling utama adalah menyucikan hati kita (minta maaf sama orang tua, teman, tetangga, juga sama orang yang pernah kita sakiti), biar saat kita memasuki bulan Ramadhan, kita sudah bersih dari segala penyakit hati alias sudah suci (tapi gak bakalan sama dengan bayi yang baru lahir, kita kan udah gede?).
2. Perbanyak istighfar, konon Rasululllah yang sudah dimaksum dari segala dosa, dalam sehari beristighfar sebanyak 100 kali. Kalau kita? yang jelas-jelas dosanya bak buih di 20 lautan dan 7 samudera ditambah dengan semua sungai dan sumur yang ada di dunia berapa kali kita beristighfar? Astaghfirullohaladzim…
3. Latihan amalan-amalan baik, perbanyak shodaqoh, dzikir dan tilawah Al-Qur’an.
4. Memperbaiki silaturahim dengan saudara-saudara kita.
5. Menyiapkan bekal untuk berpuasa.
6. Hiasi rumah kita dengan ayat Al-Qur’an dan hadits tentang keutamaan Ramadhan.
7. Menambah ilmu tentang Ramadhan, baik lewat pengajian ataupun membaca buku mengenai segala hal tentang Ramadhan. Karena setiap ibadah tanpa didasari ilmu itu tidak akan diterima oleh Alloh swt. oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui ilmu berpuasa, apa saja yang membatalkan puasa dan membatalkan pahala puasa, apa saja yang mesti kita kerjakan di bulan puasa, bagaimana Rasululloh sebagai teladan kita berpuasa, semua ini dilakukan agar puasa kita maksimal dan amalan puasa kita bisa diterima oleh Allah swt.
1. Muhasabah diri, introspeksi diri ketika akan masuk bulan suci, karena tanpa kesucian kita gak boleh masuk bulan suci. Ketika akan masuk masjid untuk shalat kita mesti berwudhu dulu kan biar suci? karena apa? Karena kita akan memasuki tempat yang suci. Kemudian sebelum naik haji biasanya suka ada acara silaturahim sama tetangga, hal ini di maksudkan untuk membersihkan diri dari segala perbuatan buruk kita sama tetangga, karena apa? karena kita akan memasuki tanah suci. Begitu pula dengan Ramadhan sang bulan suci, kita mesti membersihkan diri dan yang paling utama adalah menyucikan hati kita (minta maaf sama orang tua, teman, tetangga, juga sama orang yang pernah kita sakiti), biar saat kita memasuki bulan Ramadhan, kita sudah bersih dari segala penyakit hati alias sudah suci (tapi gak bakalan sama dengan bayi yang baru lahir, kita kan udah gede?).
2. Perbanyak istighfar, konon Rasululllah yang sudah dimaksum dari segala dosa, dalam sehari beristighfar sebanyak 100 kali. Kalau kita? yang jelas-jelas dosanya bak buih di 20 lautan dan 7 samudera ditambah dengan semua sungai dan sumur yang ada di dunia berapa kali kita beristighfar? Astaghfirullohaladzim…
3. Latihan amalan-amalan baik, perbanyak shodaqoh, dzikir dan tilawah Al-Qur’an.
4. Memperbaiki silaturahim dengan saudara-saudara kita.
5. Menyiapkan bekal untuk berpuasa.
6. Hiasi rumah kita dengan ayat Al-Qur’an dan hadits tentang keutamaan Ramadhan.
7. Menambah ilmu tentang Ramadhan, baik lewat pengajian ataupun membaca buku mengenai segala hal tentang Ramadhan. Karena setiap ibadah tanpa didasari ilmu itu tidak akan diterima oleh Alloh swt. oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui ilmu berpuasa, apa saja yang membatalkan puasa dan membatalkan pahala puasa, apa saja yang mesti kita kerjakan di bulan puasa, bagaimana Rasululloh sebagai teladan kita berpuasa, semua ini dilakukan agar puasa kita maksimal dan amalan puasa kita bisa diterima oleh Allah swt.
Dengan
mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadhan semoga kita dapat beribadah dengan
maksimal pada saat bulan suci Ramadhan. Ramadhan berarti pembakaran
karena pada saat itu kita di uji dalam berbagai aspek, dan syawal artinya peningkatan,
jadi setelah Ramadhan seharusnya kita bisa meningkat segalanya, tak hanya
ibadah kita yang meningkat tapi juga semangat hidup dan kepribadian kita demi
memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jangan sampai setelah melewat
bulan Ramadhan kita termasuk dalam kategori ’Puasa Ular’, akan tetapi kita
termasuk dalam kategori ‘Puasa Ulat’ (jangan dibayangkan kita jadi Ulatnya
ya..).
Semoga setiap langkah kita, selalu mendapat maghfirah dan ridho dari Alloh swt. Amin…
Semoga setiap langkah kita, selalu mendapat maghfirah dan ridho dari Alloh swt. Amin…
Terakhir
kita ucapkan….. Marhaban Ya Romadhon… (sm/islampos/adzhal1977)
Hukum Niat Puasa Ramadhan Untuk Satu Bulan
Selasa 27
Syaaban 1433 / 17 Juli 2012 01:37
Afwan ust,
kalau niat puasa tidak dilakukan setiap hari, tapi dilakukan di awal puasa
sekali sekaligus gabungan untuk hari berikut selama sebulan boleh tidak? Dulu
saya pernah diajari kakek saya demikian, tapi saya bingung landasannya? Atas
jawaban ust saya ucapkan, jazakumullah khairan.
Asep
Ilham, Jakarta
Niat dalam
Islam memiliki kedudukan tinggi. Nabi saw menyatakan, “Setiap amal
bergantung dengan niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu,
ulama 4 mazhab menjadikan niat sebagai rukun dalam ibadah yang telah ditetapkan
ketentuannya. Terkait dengan puasa, bahkan Nabi saw mengingatkan kita,
“Siapa yang tidak berniat puasa sebelum datang waktu fajar (imsak) maka puasanya tidak sah.” (HR. Bukhari)
“Siapa yang tidak berniat puasa sebelum datang waktu fajar (imsak) maka puasanya tidak sah.” (HR. Bukhari)
Sebagian
besar ulama fikih berpendapat niat harus dilakukan setiap hari dari waktu malam
hingga fajar. Ada satu mazhab, yakni mazhab Maliki yang menyatakan bahwa
diperkenankan niat sekali saja untuk puasa yang bersambung hari-harinya,
seperti puasa di bulan suci Ramadhan.
Karena itu,
lebih utama berniat puasa setiap hari di waktu malam hingga fajar. Tapi jika ia
khawatir lupa atau terlewatkan, maka ia diperkenankan berniat akan berpuasa di
bulan Ramadhan sebulan penuh. Ketetapan ini juga telah dilegitimasikan oleh
Lembaga Fatwa Mesir.
Wallahu’alam
___________________________________________________
Rubrik
“KONSULTASI” di www.islampos.com diasuh oleh H. Atik Fikri Ilyas, Lc, MA
Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo & Universitas Amer Abdel Kader Aljazair,
mahasiswa program Doktoral Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Silakan kirim pertanyaan Anda ke redaksi@islampos.com atau zhouaghi@yahoo.co.id
Kipas Angin Bisa Berbahaya, Benarkah?
Selasa 7 Jamadilakhir
1435 / 8 April 2014 01:00

MENIKMATI
hembusan angin saat tubuh kita terasa panas dengan kipas angin memang enak.
Benda ini sering kali digunakan saat cuaca panas, agar tubuh kita terasa lebih
sejuk. Kipas lebih praktis dan minimalis, selain juga relatif murah dibanding
AC.
Pada saat
musim kemarau seperti saat ini. biasanya orang-orang akan menggunakan berbagai
perlindungan misalnya seperti tidak lepas memakai Sunblock, masker (karena
lingkungan yang banyak debu), dan lain-lain. Karena saking panasnya suhu di
pagi, siang, dan malam hari biasanya orang-orang juga akan menggunakan kipas
angin saat beraktivitas. Bahkan karena panasnya cuaca yang memang sudah tidak
tertahankan lagi, kita sampai menggunakan kipas angin saat tidur.
Nah, bagi
Anda yang sering menggunakan kipas angin, berhati-hatilah karena ternyata
menggunakan kipas angin saat tidur sangat berbahaya. Mengapa?
1.
Kekurangan Oksigen jika Anda tertidur dengan posisi kipas angin mengarah ke
wajah langsung dapat menyebabkan Anda kekurangan oksigen dan kesulitan
bernafas. Dampak yang ditimbulkan bisa lebih parah bila anda tidur didalam
ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk. hal ini menyebabkan udara tidak
segar terperangkap di ruangan tempat anda tidur.
2. Saat kita
sedang tidur maka secara otomatis tubuh akan mengalami penurunan suhu tubuh,
namun bila kita tidur menggunakan kipas angin maka suhu tubuh akan berkurang
secara drastis. Selain itu, tekanan darah dan sistem pernafasan akan terganggu.
akibatnya bisa fatal pada jantung dan paru-paru yang merupakanorgan yang
penting bagi kehidupan manusia.
3.
Kekurangan air dan hipotermia jika tubuh kita terkena kipas angin atau ac dalam
jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kita mengalami kekurangan air dan
hipotermia.
4.
Menyebabkan kematian ketika tidur menggunakan kipas angin pada ruangan yang
buruk ventilasinya dapat menyebabkan kematian, sebab akan terjadi peningkatan
kejenuhan konsentrasi karbon dioksida dan penurunan konsentrasi oksigen.
Itu dia 4
akibat berbahaya menggunakan kipas angin ketika tidur.
Sulit memang
untuk tidak menggunakan kipas angin pada keadaan panas, namun bila Anda harus
menggunakan kipas angin saat tidur sebaiknya sahabat menghadapkan kipas angin
ke arah yang lain, jangan langsung ke wajah. atau bukalah pintu kamar sahabat
agar ventilasi udara berjalan dengan baik. [aldi/aridaryany]